Ingat kirim uang ke Indonesia, Ingat Mandiri Remittance

Mandiri International Remittance Sdn. Bhd. (850077-P) > News > Kembangkan Cabang di Malaysia, Bank Mandiri Siapkan Rp 968 M

Kembangkan Cabang di Malaysia, Bank Mandiri Siapkan Rp 968 M

bankmandiriPT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana mengembangkan kantor cabangnya di Malaysia. Kantor cabang di negeri Jiran tersebut saat ini hanya beroperasi sebagai kantor cabang remitansi yang hanya melayani pengiriman uang dari Indonesia ke Malaysia.

Nantinya, dengan pengembangan layanan perbankan, Bank Mandiri di Malaysia dapat melayani transaksi nasabah lebih banyak lagi.

Sedikitnya dibutuhkan 300 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp 968 miliar (kurs Rp 3.227) untuk mengembangkan layanan perbankan di Malaysia. Pembayaran uang sebagai syarat operasi Bank Mandiri akan dilakukan secara bertahap. Dalam waktu dekat akan disetorkan terlebih dulu uang sejumlah 100 juta ringgit.

“Di Malaysia ada aturan kalau mau buka kantor cabang setor 300 juta ringgit. Kita akan setor 100 juta ringgit dan nanti di akhir tahun kita sampai ke 300 juta ringgit dan akan dapat license secara penuh. Kita urus surat-surat izin dan begitu selesai oleh Bank Sentral Malaysia kita setor bertahap sampai 300 juta ringgit,” tutur Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas saat jumpa pers di acara Investor Day di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Dengan menambah modal perseroan sebesar 300 juta ringgit diharapkan layanan perbankan Bank Mandiri dapat lebih maksimal. Hal ini dikarenakan cukup banyaknya warga Indonesia yang bekerja di Malaysia dan cukup intens melakukan transaksi keuangan lewat Bank Mandiri.

Selain itu, angka perdagangan antar negara yang cukup tinggi juga menjadi alasan Bank Mandiri mengembangkan layanan perbankan di negeri Jiran tersebut.

“Kalau tambah modal kita bisa kembangkan cabang remittance lebih banyak dan TKI di Malaysia cukup banyak. Jadi remittance ini menjadi andalan kita untuk kumpulkan fee based income,” kata Rohan.

“Lalu ada juga cukup banyak perdagangan Indonesia dengan Malaysia. Jadi nasabah tinggal buka account di sana, tinggal pindah buku ketika transaksi,” tutup Rohan. (drk/drk)

 

News
Pengunjung